Di era modern ini, Makanan Ultra Proses dan produk instan semakin mendominasi pasar. Salah satu kategori makanan yang banyak dikonsumsi tanpa disadari adalah makanan ultra-proses (ultra-processed foods). Meskipun praktis dan sering kali terasa lezat, konsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah besar dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan makanan ultra-proses, bagaimana cara mengenalinya, dan mengapa sebaiknya kita membatasi konsumsinya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!
Apa Itu Makanan Ultra-Proses?
Makanan Ultra Proses adalah makanan yang mengalami proses pengolahan industri yang sangat kompleks dan mengandung berbagai bahan tambahan seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna, perisa sintetis, serta zat aditif lainnya.
Makanan ini sering kali mengalami pengolahan berulang kali, di mana kandungan asli dari bahan alami telah banyak berubah atau bahkan hilang. Sebagai gantinya, bahan tambahan dan zat buatan digunakan untuk meningkatkan rasa, warna, serta daya tahan makanan tersebut.
Menurut klasifikasi NOVA Food System, Makanan Ultra Proses termasuk dalam kategori keempat, yaitu kelompok makanan yang paling banyak mengalami pengolahan industri.

Contoh makanan ultra-proses meliputi:
- Makanan ringan kemasan (keripik, biskuit, kue kering)
- Sereal manis untuk sarapan
- Makanan siap saji beku (nugget, sosis, daging olahan)
- Minuman ringan bersoda
- Mie instan dan sup instan
- Roti putih komersial dengan bahan tambahan
- Minuman berenergi atau berperisa buatan
Makanan ini sering kali dipilih karena praktis, murah, dan memiliki rasa yang menggugah selera. Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat berbagai risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Ciri-Ciri Makanan Ultra-Proses
Bagaimana cara mengenali Makanan Ultra Proses? Berikut adalah beberapa ciri yang dapat membantu Anda mengidentifikasinya:
Mengandung Banyak Bahan Tambahan
Makanan Ultra Proses mengandung berbagai zat aditif seperti pewarna buatan, pemanis buatan, pengawet, perisa sintetis, dan emulsifier.
Contoh bahan tambahan yang umum ditemukan:
- Monosodium glutamat (MSG) – untuk meningkatkan rasa gurih
- Aspartam atau sakarin – pemanis buatan yang sering ditemukan dalam soda diet
- Sodium nitrit – pengawet dalam daging olahan seperti sosis dan kornet
- Lecithin atau Polisorbat – emulsifier yang digunakan dalam margarin dan saus kemasan
Tidak Mengandung Bahan Segar
Makanan Ultra Proses umumnya tidak mengandung bahan segar seperti sayur, buah, atau daging alami. Sebagai gantinya, makanan ini dibuat dari ekstrak bahan makanan yang telah mengalami berbagai tahapan pengolahan.
Misalnya:
- Jus buah dalam kemasan lebih banyak mengandung pemanis buatan dibandingkan sari buah asli.
- Sosis dan nugget dibuat dari campuran daging olahan, tepung, dan zat tambahan, bukan daging segar.
Mengandung Tinggi Gula, Garam, dan Lemak Jenuh
Untuk meningkatkan rasa dan memperpanjang daya simpan, Makanan Ultra Proses sering kali memiliki kandungan gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi.
Contohnya:
- Sereal sarapan manis bisa mengandung hingga 50% gula tambahan.
- Mie instan dan sup instan memiliki tinggi sodium (garam) yang berisiko meningkatkan tekanan darah.
- Makanan cepat saji seperti kentang goreng dan burger mengandung lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan jantung.
Dikemas dengan Daya Tahan Lama
Salah satu tanda utama makanan ultra-proses adalah kemampuannya bertahan dalam waktu lama tanpa basi. Hal ini disebabkan oleh penggunaan pengawet dan proses pemrosesan industri yang menghilangkan unsur alami dari makanan tersebut.
Misalnya:
- Roti putih dalam kemasan bisa bertahan berminggu-minggu tanpa berjamur, berbeda dengan roti segar buatan sendiri yang hanya bertahan beberapa hari.
- Susu UHT memiliki umur simpan berbulan-bulan, berbeda dengan susu segar yang hanya bertahan beberapa hari di kulkas.
Diproduksi oleh Perusahaan Industri Makanan Besar
Makanan Ultra Proses biasanya dijual dalam skala besar dan diproduksi oleh perusahaan industri makanan global.
Contohnya:
- Makanan ringan kemasan dari merek besar
- Minuman berenergi dan soda dengan berbagai varian rasa
- Produk daging olahan dalam bentuk frozen food
Makanan ini didesain agar memiliki rasa yang adiktif sehingga konsumen terus membelinya, tanpa menyadari risiko kesehatan yang ditimbulkannya.
Alasan Menghindari Makanan Ultra-Proses
Mengonsumsi Makanan Ultra Proses dalam jangka panjang dapat memberikan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Berikut beberapa alasan mengapa makanan ini perlu dibatasi:

Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Kandungan lemak trans, natrium tinggi, dan gula berlebih dalam makanan ultra-proses dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat (LDL). Hal ini menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, yang pada akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Berkontribusi pada Obesitas dan Diabetes
Tingginya kandungan gula dalam makanan ultra-proses menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang drastis, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Selain itu, makanan ini sering kali memiliki kalori tinggi tetapi rendah serat, yang membuat kita mudah lapar kembali dan cenderung makan berlebihan, sehingga menyebabkan obesitas.
Berpengaruh Buruk pada Kesehatan Pencernaan
Makanan Ultra Proses umumnya rendah serat dan tinggi bahan tambahan, yang bisa mengganggu kesehatan usus. Akibatnya, seseorang lebih rentan mengalami sembelit, gangguan pencernaan, dan peradangan dalam tubuh.
Meningkatkan Risiko Kanker
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tinggi makanan ultra-proses dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, terutama kanker kolorektal. Hal ini karena kandungan bahan pengawet seperti nitrit dan nitrat dalam daging olahan yang dapat berubah menjadi senyawa karsinogenik di dalam tubuh.
Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental
Selain berdampak pada kesehatan fisik, konsumsi makanan ultra-proses yang tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi dan kecemasan. Kandungan gula tinggi dan zat aditif dalam makanan ini dapat mengganggu keseimbangan hormon serta fungsi otak.
Kurangi Makanan Ultra-Proses dan Pilih yang Lebih Sehat
Meskipun makanan ultra-proses praktis dan lezat, dampak negatifnya terhadap kesehatan tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, kita perlu lebih selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi makanan ultra-proses?
- Perbanyak makan makanan segar dan alami, seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, dan protein tanpa olahan.
- Baca label komposisi sebelum membeli makanan kemasan dan hindari produk dengan banyak zat aditif.
- Masak makanan sendiri di rumah agar lebih sehat dan bebas dari bahan tambahan buatan.
Dengan mengurangi konsumsi makanan ultra-proses, Anda tidak hanya menjaga kesehatan tubuh tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan!